Siklus Hidrologi : Pengertian, Jenis & Gambar Proses Terjadinya

⏩ Mengenal pengertian apa itu siklus hidrologi ⭐ contoh gambar proses siklus hidrologi dan daur hidrologi pendek, sedang, dan panjang☑️

Air yang berada di bumi ini lebih banyak dibanding dengan luasnya daratan yakni 1/3 daratan dengan air. Air selalu ada karena adanya hujan, hujan dapat tercipta karena adanya suatu proses alam yang berlangsung secara siklus dan terus menerus. Dalam pengaturan penyebaran air di daratan bumi, proses yang dimaksud adalah hydrological cycle.

Pengertian Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi adalah salah satu dari enam siklus biokimia yang berlangsung di bumi. Daur hidrologi adalah suatu siklus air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi berlangsung secara terus menerus.

Hydrological cycle berperan penting untuk kelangsungan hidup organisme bumi. Dengan adanya siklus ini kadar air di bumi terjaga mengingat teraturnya suhu lingkungan, cuaca, hujan dan keseimbangan ekosisitem bumi dapat tercipta karena proses hydrological cycle.

Proses terjadinya siklus hidrologi atau komponen-komponen hydrological cycle yakni tahapan yang terjadi pertama evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi, sublimasi,  kondensasi, adveksi, presipitasi, run off, dan infiltrasi. Berikut penjelasannya.

Komponen Siklus Hidrologi

  • Evaporasi

Komponen pertama dari siklus hidrologi adalah evaporasi atau penguapan yang beraasal dari air yang berada di permukaan bumi. Evaporasi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa evaporasi merupakan peguapan yang berasal dari sumber air yang di permukaan Bumi.

Sumber air yang ada d laut dan juga darat mengalami penguapan karena sinar matahari, yang kemudian berubah menjadi uap air yang tidak terlihat di atmosfer. uap air inilah yang kemudian menjadi terbentuknya hujan dan mengawali hydrological cycle.

  • Transpirasi

Penguapan yang berasal dari sumber air, baik itu air laut maupun yang ada di daratan, juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. Penguapan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dinamakan dengan transpirasi.

Penguapan dari tumbuhan ini merupaan pelepasan uap air yang berasal dari tumbuhan, terutama dari stomata atau muut daun. Penguapan dari tumbuhna ini juga tidak terlihat di atmosfer

  • Evapotranspirasi

Komponen hydrological cycle selanjutnya adalah evapotranspirasi yaitu gabungan dari penguapan air denga penguapan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

  • Kondensasi

Pristiwa terbentuknya titik-titik air, embun, salju atau es. Peristiwa ini terjadi karena uap air yang naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi akan mengalami pendinginan sehingga uap air akan mengalami perubahan wujud dari bentuk gas menjadi ke bentuk padat maupun cair. Embun, titik-titik air, salju maupun es ini merupakan bahan-nahan pembentuk kabut dan awan.

  • Presipitasi

Pada tahap ini adlah terjadinya hujan. Titik-titik embun, salju atau es ini kemudian semakin membesar dan semakin deras sehingga kita dapat merasakannya sebagai hujan.

Hujan dapat berupa hujan air, hujan, salju, hujan es dan lain sebegainya sesuai dengan kndensasi yang seudah terjadi sebelumnya. Presipitasi atau pembentukan hujan ini berasal dari awan. Kumpulan awan-awan tersebut bergerak keliling dunia yang diataur berdasarkan aliran udara hingga jatuh ke suatu tempat

  • Adveksi

Proses pengangkutan air dengan gerakan horizontal, seperti perjalanan panas maupun uap air yang berasal dari satu lokasi ke lkasi yang liannya yang digerakkan oleh gerakan udara mendatar. Adveksi merupakan salah satu komponen dari hydrological cycle.

  • Infiltrasi (Perlokasi)

Air hujan yang telah jatuh ke permukaan bumi. Khususnya di daratan kemudian akan meresap ke dalam tanah degan cara megalir secara infiltrasi melewati celah atau pori-pori tanah dan juga batuan, sehingga akan mencapai muka air tanah dan akan menjadi air bawah tanah

  • Surface run off

Air dapat bergerak akibat aksi dari kapiler atau air juga dapat bergerak secara vertikal maupun horizontal di bawah permukaan air tanah, hingga air tersbut akan memaski kembali sistem air permukaan. Air permukaan ada yang tergenang seperti danau, waduk, rawa dan ainnya dan ada pula yang mengalir kemudian kembali lagi ke laut

  • Intersepsi

Hujan yang jatuh di area hutan terkadang tidak langung sampai ke tanah karena tertahan oleh daun-daun maupun oleh batang pohon. Hal ini akibat dari intersepsi.

Macam Macam Siklus Hidrologi

gambar siklus hidrologi

 

Berdasarkan panjang pendeknya proses yang dialaminya hydrological cycle dapat dibedakan menajdi tiga macam. Macam-macam hydrological cycle tersebut yaitu siklus hidrologi pendek, siklus hidrologi sedang dan siklus hidrologi panjang.

  • Siklus Hidrologi Pendek

Hydrological cycle yang tidak melalui proses adveksi. Uap air yang terbentuk melalui siklus ini akan diturunkan melalui hujan di daerah sekitar laut. Berikut penjelasn singkat dari hydrological cycle pendek ini:

a. Air laut megalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari

b. Uap air akan mengalami kondensasi dan membentuk awan

c. Awan yang berbentuk akan menjadi hujan di permukaan laut

  • Siklus Hidrologi Sedang

Siklus hidrologi sedang adalah hydrological cycle yang umum terjadi di Indonesia. Hydrological cycle ini menghasilkan hujan di daratan karena proses adveksi membawa awan yang berbentuk ke atas daratan. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi sedang ini:

a. Air laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.

b. Uap air mengalami adveksi karena angin sehingga bergerak menuju daratan

c. Di atmosfer daratan, uap air membentuk awan dan berubah menjadi hujan

d. Air hujan di permukaan daratan akan mengalami run off menuju sungai dan kembali ke laut

  • Siklus Hidrologi Panjang

Siklus hidrologi panjang adalah hydrological cycle yang umumnya terjadi di daerah beriklim subtropis atau daerah pegunungan. Dalam hydrological cycle ini, awan tidak langsung diubah menjadi air, melainkan terlebih dahulu turun sebagai salju dan membentuk glester. Berikut penjelasan singkat dari siklus hidrologi panjang ini:

a. Air laut megalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.

b. Uap air yang berbentuk kemudian mengalami sublimasi

c. Awan yang mengandung kristal es kemudian terbnetuk

d. Awan menglami proses adveksi dan bergerak ke daratan

e. Awan mengalami presipitasi dan turun sebagai salju

f. Salju terakumulasi menjadi glester

g. Glester mencair karena pengaruh suu udara dan membentuk aliran sungai

h. Air yang berasal dari glester mengalir di sungai untuk menuju laut kembali

Dari paparan diatas menjelaskan bahwa siklus hidrologi adalah suatu siklus atau proses mengalirnya berurutan terjadinya hujan dan itu berputar-putar atau dari bumi kembali lagi ke bumi. Demikian paparan dari artikel diatas mengenai daur hidrologi, semoga bermanfaat.

Ragam Informasi Lainnya :
Arti Retensi Arti Hipotesis
Arti Observasi Siklus Nitrogen

Terimaksaih pembaca sudah menyimak dengan baik dan seksama. Mohon maaf jika dalam penulisan artikel proses terjadinya siklus hidrologi diatas terjadi kesalahan yang tidak di sengaja oleh penulis. Penulis membutuhkan kritik dan saran agar artikel menjadi lebih baik lagi untuk selanjutnya.