GDP Adalah ? Arti GDP dan GDP Indonesia Per Capita 2020

⏩ GDP Adalah? Berikut pengertian apa itu GDP menurut KBBI ⭐ Rumus menghitung GDP ☑️ dan GDP Indonesia per kapita tahun 2020 ☑️

Apa itu GDP ? Pasti ada yang sudah tahu dan juga ada yang belum tahu. Yang belum tahu pasti bakal bingung GDP itu singkatan apa? GDP adalah suatu hal yangberhubungan dengan keuangan Indonesia jika dibanding dengan luar Indonesia.

Masih ingatkah, dengan berita-berita terbaru mengenai merosotnya uang rupiah di luar Indonesia mengakibatkan ruginya pendapatan pengusaha yang mengimport barang ke luar Indonesia.

Apa saja sih penyebabnya? Lalu mengapa Indonesia selalu mengalami merosotnya uang rupiah? Bagaimana agar uang rupiah bisa naik? Dan menguntungkan pengusaha Indonesia dan Indonesia itu sendiri.

Yuk simak artikel dibawah ini, karena bakal membahas lebih dalam mengenai GDP Indonesia. Apa saja yang akan dipaparkan pada artikel ini, yakni Pengertian GDP, GDP per capita, GDP Indonesia 2020 dan cara mengitung GDP. Yuk langsung saja dibawah ini paparannya:

Pengertian GDP

GDP adalah

GDP adalah singkatan dari Gross Domsetic Product. Secara istilah, GDP (Gross Domestic Product) adalah nilai dan jasa akhir yang dihasilkan dari berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.

GDP tidak ditentukan dengan dengan berapa banyak barang dan jasa yang dihasilkan melainkan harga yang berlaku atau harga dasar konstan.  GDP (Gross Domectic Product) adalah dihitung berdasarkan empat komponen utama yakni konsumsi dinotasikan C, investasi dinotasikan I.

Untuk belanja pembelian pemerintah dintasikan G, dan total bersih ekspor dinotasikan dengan X-M. Lambang X untuk eksport sedangkan lambang M untuk import.

GDP Per Capita

Nilai semua nominal yakni berupa barang atau jasa yang dihasilkan oleh negara tertentu disetiap tahunnya, dikonversi dengan nilau tukar pasar manjadi dolar AS saat ini. Dalam perhitunagn GDP tidak memperhitungkan perbedaan dalam biaya hidup dinegara yang berbeda.

Hal seperti itu mengubah peringkat atau kedudukan nilai negara satu tahun ke satu tahun berikutnya. GDP ini dianggap sebagai penentu indikatr standar kehidupan suatu negara. GDP Indonesia pada tahun 2016 per kapita 3.604,28 sedangkan pada tahun 2017 GDP Indonesia dengan per kapita 3.875,77. Pada tahun 2018 GDP Indonesia per kapita 3.788,95.

GDP Indonesia Tahun 2020

Manajemen pemerintahan diharapkan ekonomi di Indonesia GDP tetap kuat, dorongan reformasi struktural akan menghasilkan lebih banyak investasi langsung. Ini akan menyebabkan pertumbuhan semakin lebih tinggi dan lebih insklusif untuk Indonesia GDP, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, untuk di masa depan.

Penguatan invesatsi telah menguatkan dan meningkatkan kualitas perekonomian GDP Indonesia dipimpin oleh belanja modal yang lebih tinggi dari pemerintah untuk program pembangunan infrastruktur.

Investasi pemerintah diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2018. Terutama untuk proyek-proyek energi dan transportasi serta terkait denga ASIAN Games 2018 di Jakarta Pulau Jawa dan Palembang Pulau Sumatera pada bulan Agustus. Dan bberapa proyek besar sedang dikembangkan hingga akhir 2019 atau 2020.

Lalu investasi untuk meningkatkan GDP Indonesia diperkirakan akan erus meningkat dan defisit transaksi berjalan diperkirakan akan sedikir meningkat di tahun 2018 dan 2020 karena pertumbuhan ekspor di proyek melambat.

Sementara import harus teta[ berjalan dan kuat. Dan diperkirakan GDP Indonesia per capita pada tahun 2020 yakni dengan target 3.970,61

Cara Menghitung GDP

Berikut ini dalam bentuk rumus aljabar GDP ditulis sebagai berikut:

Y = C + I + G + (X-M)

Y = GDP

Keterangan:

C             : konsumsi (pengeluaran yang dikeluarkan oleh rumah tangga)

I               : investasi ( sektor usaha)

G             : pengeluaran pemerintah (pemerintah)

X             : eksport (sektor luar negeri)

M            : import (sektor luar negeri)

Berkolerasi positif dengan GDP sebagai konsumsi, investasi, pembelian pemerintah dan eksport. Setiap komponen-kmponen yang naik berkolerasi  negatif akan menyebabkan menurunnya GDP.

Karena jika pendapatan nilai konsumsi besar, maka pendapatan pribadi akan berkolerasi positif. Pendapatan yang naik akan menyebabkan nilai konsmsi rumah tangga juga naik. Pengembalian modal dan tingkat bunga dapat mempengaruhi investasi.

Para memasok modal akan berinvestasi jika tingkat pengembalian modal lebih besar dari tingkat bunga. Namun jika investasi yang tidak menarik atau tidak menguntungkan disebabkan karena adanya tingkat bunga yang terlalu tinggi.

Jika investasi berkurang, maka GDP juga akan menurun. Dapat disimpulkan jika bunga menjadi tinggi  dan depsito menjadi lebih menarik bagi para investor , akibatnya GDP mengalami penurunan. Seperti halnya pada GDP Indonesia.

Pembelian pemerintah adalah jasa dan nilai barang yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah. Jika pengeluaran pemerintah menurun maka GDP Indonesia juga menurun.

Namun jika sebaliknya pengeluaran pemerintah naik, maka GDP Indonesia juga akan naik. Karena salah satu pendapatan pemerintah adalah pajak.

Contoh Menghitung GDP :

  1. Suatu negera memilki pendapatan nasional sebagai berikut:
Konsumsi masyarakat Rp. 100.000.000
Pendapatan laba usaha Rp. 50.000.000
Pengeluaran negara Rp. 500.000.000
Pendapatan sewa Rp. 25.000.000
Pengeluaran investasi Rp. 80.000.000
Ekspor Rp. 60.000.000
Impor Rp. 40.000.000

Hitunglah GDP dari negera tersebut!

Jawab:

GDP       = C + I + G + (X-M)

                = 100.000.000 + 80.000.000 + 500.000.000 + (60.000.000-40.000.000)

                = 680.000.000 + 20.000.000

                = 700.000.000

Jadi besar GDPnya pada negara tersebut yakni Rp. 700.000.000

Contoh Rumus GDP Per Capita

Konsumsi masyarakat Rp. 800.000.000
Pendapat laba usaha Rp. 100.000.000
Pengeluaran negara Rp. 40.000.000
Pendapatan sewa Rp. 60.000.000
Pengeluaran investasi Rp. 60.000.000
Ekspor Rp. 100.000.000
Impor Rp. 50.000.000

Hitunglah GDP dari negara tersebut!

Jawab :

GDP       = C + I + G + (X-M)

                = 800.000.000 + 60.000.000 + 40.000.000 + (100.000.000-50.000.000)

                = 900.000.000 + 50.000.000

`               = 950.000.000

Contoh GDP Suatu Negara

Konsumsi masyarakat Rp. 40.000.000
Pendapatan laba usaha Rp. 15.000.000
Pengeluaran negara Rp. 40.000.000
Pendapatan sewa Rp. 60.000.000
Pengeluaran investasi Rp, 70.000.000
Ekspor Rp. 70.000.000
Impor Rp. 35.000.000

Hitunglah GDP dari negara tersebut!

Jawab :

GDP       = C + I + G + (X-M)

                                = 40.000.000 + 70.000.000 + 40.000.000 + (70.000.000-35.000.000)

                                = 150.000.000 + 35.000.000

                                = 185.000.000

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa GDP adalah penjumlahan dari pengeluaran dari investasi dan negara serta konsumsi masyarakat yang menentukan dan selisih dari ekspor dan impor.

Selain itu GDP adalah suatu nilai akhir dari keunagan negara yang dipantau selama satu tahun, semakin banyak konsumsi masyarakat serta pengeluaran negara maka semakin tinggi GDP pada negara tersebut.

Jadi jika Indonesia ingin meningkatkan GDP kita sebagai warga Indonesia harga mencintai produk lokal sehingga apa yang menjadi konsumsi menggunakan konsumsi miliki negera sendiri.

Ragam Informasi Lainnya :
Pengertian Akomodasi Contoh Daftar Riwayat Hidup
Pengertian Literasi Contoh Surat Lamaran Kerja

Terimakasih sudah menyimak dengan baik semoga bermanfaat bagi pembaca, dan mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan artikel ini. Penulis menerima saran dan kritik, untuk memperbaiki kualitas artikel pengertian GDP dan juga tulisan tulisan yang akan kami ulas diberikutnya. Terimakasih pembaca!